Senin, 20 April 2015

Pengendali Potong Leher Pada Padi

Sebenarnya saya bertani baru 3 tahun yang lalu, karena sering adanya keluhan dari para petani di lingkungan dengan maraknya hama potong leher pada padi mereka, maka mencoba untuk berexperimen dan mencoba untuk melihat penyebab yang sebenarnya pada padi milik tetangga dan setelah sekian hari saya menemukan adanya jamur pada tangkai padi milik mereka dengan demikian saya coba jamur diadu dengan jamur juga.

Setelah beberapa kali ujicoba baru kali ini saya posting di media ini serta telah kami sebarkan untuk para petani di lingkungan. Mudah-mudahan apa yang kami hasilkan ini dapat bermanfaat bagi Para Petani Indonesia (PPI) Amiinn....

Karena pada prinsipnya hama potong leher pada tanaman padi adalah Jamur Pyricularia grisea yang menyerang pada pergelangan pangkal malai padi sehingga dapat menggagu jalannya makanan ke malai padi, bila serangan sudah parah akan membunuh padi dari atas seperti terserang werang serta daun padi berwarna coklat dan kering. Sehingga hasil bisa berkurang hingga mencapai 90% dari yang di harapkan. 
Disini akan kami coba untuk mengendalikan jamur tersebut dengan menggunakan musuh alami yang berbahan tidak jauh dari sekitar kita dan mudah untuk mendapatkan bahkan sudah kita abaikan. Pengendali ini sudah kami aplikasikan dan hasilnya sangat memuaskan bagi para petani di lingkungan saya, mudah-mudahan masih banyak petani yang peduli dengan kelestarian lingkungan sehingga tidak dicecari oleh racun-racun yang dapat membahayakan kita.
Dan menurut pengakuan dari salah satu petani Bapak Jarno yang beralamat di desa Darungan RT.4/3 Kec.Kademangan Kab.Blitar beberapa waktu yang lalu jamur ini dapat membasmi jamur lain yang menyerang tanaman padinya saat berumur 10 HST.

Sekarang inilah bahan dan cara pembuatan serta penggunaannya

Bahan-bahan :
1. Jamur pada nasi yang sudah basi  : 1 piring
2. Gula merah                                             : 1 ons
3. Air Tape beras                                        : 1 gelas/secukupnya
4. EM4                                                        : 3 tutup
5. Air kelapa / air perasan beras       : secukupnya
6. Botol / jirigen

Pembuatan :
Buatlah jamur yang berasal dari nasi basi hingga terdapat jamur berwarna kekuningan dan remas-remas nasi tersebut beserta air hingga rata. 
Kemudian gula merah dibuat cairan sehingga dapat dicampurkan dengan nasi yang sudah halus tadi. 
Setelah itu campurkan semua bahan tersebut dan dimasukkan kedalam botol/jirigen,
Setelah semua masuk dalam botol, botol/jirigen di tutup rapat setiap 2 hari sekali dibuka tutupnya agar uap dapat keluar dan sebelum di tutup kembali ocak-ocak botol tersebut agar endapan tercampur lagi. Setelah sampai pada umur ke 14 hari obat ini dapat digunakan ke tanaman padi kita.

Mudahkan......... 

Cara Penggunaan : 
Untuk aplikasi sebaiknya di semprotkan langsung ke tanaman padi sejak padi berumur 25 hari PST (padi setelah tanam) sampai padi sebelum berbunga dan disemprot berselang 5-7 hari, karena menurut pengamatan saya potong leher pada tanaman padi sudah menginfeksi padi sejak padi berumur 25 hari dengan di tandainya bercak hitam/kecoklatan pada permukaan daun. 
Karena obat ini sangat murah dan mudah untuk pembuatannya maka saya sarankan sering-sering saja untuk melakukan penyemprotan. 

Untuk campuran 1 tangki berisi 16 liter cukup 1/2 gelas aqua saja boleh lebih. 

SELAMAT MENCOBA...Semoga Bermanfaat bagi bapak petani kita.
#salampertanianorganik